redaksi@lagihot.com

Serangan Israel ke Iran: Ledakan Guncang Pangkalan Udara di Isfahan

Editor: Ngarto Februana


Israel telah melakukan serangan ke Iran yang menentang peringatan dari Presiden Joe Biden tentang kemungkinan konflik di Timur Tengah. Pagi ini, kota Isfahan di Iran tengah dilanda serangan yang mengakibatkan ledakan di sebuah pangkalan udara. Meskipun sumber militer Amerika Serikat mengatakan bahwa sasaran serangan tersebut tidak diyakini merupakan fasilitas nuklir, pangkalan udara tersebut dekat dengan salah satu fasilitas nuklir Iran.

Reaksi Internasional terhadap Serangan

Pemerintah Iran berusaha mengecilkan kerusakan yang signifikan terhadap fasilitas militer mereka dan secara tegas membantah bahwa ada fasilitas nuklir yang hancur akibat serangan tersebut. Namun, sumber militer Amerika Serikat menyebutkan bahwa serangan tersebut berhasil menghantam sasaran mereka. Saat ini, belum ada komentar resmi dari pemerintah Israel atau Amerika Serikat terkait serangan ini.

Serangan ini dilakukan oleh Israel sebagai balasan terhadap serangan yang dilakukan oleh Iran beberapa waktu yang lalu. Serangan tersebut secara luas gagal diserang oleh Israel dan sekutu-sekutu internasional mereka. Isfahan merupakan salah satu lokasi yang digunakan sebagai titik peluncuran dalam serangan tersebut.

Potensi Eskalasi Konflik

Meskipun Presiden Biden memperingatkan Israel untuk tidak membalas serangan yang dilakukan oleh Iran, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memutuskan untuk melanjutkan serangan tersebut. Israel secara tegas menyatakan bahwa mereka akan mengambil keputusan sendiri dalam merespons serangan Iran. Sementara itu, pejabat Amerika Serikat mengharapkan bahwa jika Israel membalas serangan tersebut, mereka tidak akan menargetkan fasilitas nuklir atau sipil.

Serangan ini merupakan balasan atas serangan yang dilakukan oleh Iran terhadap konsulat Israel di Suriah pada bulan April lalu, yang menewaskan 13 orang termasuk dua jenderal Garda Revolusi Islam Iran. Iran telah mengancam akan menggunakan senjata yang belum pernah mereka gunakan sebelumnya jika Israel melancarkan serangan, dan Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian, juga memperingatkan bahwa Iran akan melakukan serangan balasan pada "tingkat maksimum" jika Israel meyerang.

Selama beberapa tahun terakhir, Israel dicurigai melakukan serangan sabotase terhadap fasilitas nuklir Iran dan melakukan pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir mereka. Ahmad Haghtalab, kepala perlindungan dan keamanan nuklir Garda Revolusi Islam, mengklaim bahwa Iran telah "mengidentifikasi" pusat-pusat nuklir Israel dan memiliki "informasi yang diperlukan" tentang semua target tersebut. Meskipun Israel secara luas diketahui memiliki senjata nuklir, negara ini tidak pernah mengakui keberadaan senjata tersebut.