Penulis: Staf Redaksi Lagihot
Terdapat momen viral di media sosial yang menggambarkan ketika seorang tentara wanita Ukraina pulang dari medan perang dan bertemu dengan anak-anak balitanya. Momen ini sangat mengharukan, bahkan sang ibu sampai menangis terharu.
Tentara wanita Ukraina saat ini menghadapi kondisi dan situasi yang kompleks dalam perang melawan Rusia. Setelah invasi Rusia pada 2014, jumlah perempuan yang bergabung dengan militer Ukraina terus bertambah. Pada tahun 2020, sekitar 15% dari total personel militer Ukraina adalah perempuan. Lebih dari 42.000 perempuan Ukraina saat ini berada dalam posisi tempur, termasuk 5.000 perempuan di lini depan.
Beberapa perempuan Ukraina telah mengambil peran sebagai penembak jitu di garda depan. Peran ini telah diromantisasi sejak Perang Dunia II, dan perempuan dianggap lebih cocok untuk menjadi penembak karena keberanian dan ketegasan mereka dalam mengambil keputusan menembak.
Tentara perempuan dalam militer Ukraina tidak memiliki seragam khusus. Mereka diberikan paket seragam pria yang ukurannya tidak sesuai, termasuk celana dalam pria, sepatu terlalu besar, dan rompi anti-peluru. Jika mereka ingin memakai seragam perempuan, mereka harus membelinya sendiri atau mengandalkan badan amal atau penggalangan dana publik.
Meskipun tentara wanita Ukraina menghadapi tantangan dan diskriminasi, mereka terus menunjukkan keberanian dan dedikasi mereka dalam melindungi negara mereka. Mereka berperan penting dalam perang melawan Rusia dan terus berjuang di lini depan.