Penulis: Staf Redaksi Lagihot/Perplexity
Istirahat otak, atau istirahat aktivitas fisik singkat selama pengajaran, telah dipelajari dampaknya terhadap perilaku dan fokus siswa.
Ringkasan tentang hasil penelitian tersebut menjadi uji coba mesin pencari berbasis kecerdasan artifisial (AI) Perplexity yang disebut-sebut bakal jadi kompetitor Google.
Berikut ringkasan atas temuan utama dari penelitian ini:
Istirahat otak dapat meningkatkan perilaku siswa saat mengerjakan tugas dan mengurangi perilaku di luar tugas atau perilaku mengganggu di kelas. Siswa menunjukkan lebih sedikit perilaku gelisah, kurang perhatian, dan perilaku mengganggu lainnya setelah berpartisipasi dalam istirahat otak.
- Istirahat otak membantu siswa kembali fokus dan meningkatkan perhatian serta konsentrasi pada kegiatan belajar setelah istirahat.[1][2][3] Siswa lebih terlibat dan siap belajar setelah mengeluarkan sejumlah energi fisik.
- Beberapa penelitian menemukan bahwa istirahat otak berdampak positif pada kinerja akademis, meskipun diperlukan lebih banyak penelitian mengenai hal ini.[2]
- Istirahat otak paling efektif jika diterapkan secara rutin, misalnya beberapa kali seminggu atau setiap hari.[1][2][3]
- Istirahat harus relatif singkat, durasinya sekitar 2-5 menit.[2] Istirahat yang lebih lama mungkin terlalu mengganggu alur pembelajaran.
- Berbagai aktivitas istirahat otak dapat digunakan, termasuk latihan aerobik, permainan aktif, peregangan, atau aktivitas mindfulness.[2][3] Kuncinya adalah membuat siswa bergerak.
- Istirahat otak bekerja paling baik bila digunakan sebagai transisi antara aktivitas belajar atau mata pelajaran untuk membantu siswa kembali fokus.[1][4]
Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, terutama mengenai dampak akademis jangka panjang, bukti yang ada menunjukkan bahwa memasukkan istirahat fisik singkat ke dalam rutinitas kelas dapat memberikan manfaat bagi perilaku, perhatian, dan keterlibatan siswa. 4]
Sumber Kutipan: